Baca Surat Al-Mulk Hindarkan dari Adzab Kubur

Surat al-Mulk sering juga dikenal dengan surat Tabaarak. Nama Al-Mulk diambil dari kata di ayat pertama tentang Mulk (kekuasaan) Allah. Begitupun nama Tabarak, diambil dari bunyi ayat pertamanya:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Surat ini memiliki keutamaan yang besar. Dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam disebutkan, surat ini akan menyelamatkannya dari adzab kubur dan menjadi saksi pembela bagi pembacanya di hari kiamat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang bersabda,

إنَّ سورةً من القرآنِ ثلاثون آيةً، شَفَعَتْ لرجلٍ حتى غُفِرَ له، وهي: تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

Sesungguhnya ada satu surat dalam Al-Qur’an yang memiliki 30 ayat memberi syafaat kepada seseorang sehingga dosanya diampuni; yaitu: Tabaarakal Ladzi biyadihil Mulku.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Imam al-Tirmidzi berkata tentang hadits ini: ini adalah hadits hasan. Ibnu Taimiyah Rahimahullahmenshahihkannya dalam Majmu’ Fatawa (22/277), Syaikh Al-Albani menghassankannya dalam Shahih Ibni Majah, no. 3053.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

مَنْ قَرَأَ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ ليلةٍ مَنَعَهُ اللهُ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَكُنَّا فِي عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ نُسَمِّيهَا الْمَانِعَةَ ، وَإِنَّهَا فِي كِتَابِ اللهِ سورةٌ مَنْ قَرَأَ بِهَا فِي كلِّ ليلةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ

Siapa membaca Tabaarakal Ladzi Biyadihil Mulk setiap malam, Allah akan menghalanginya dari adzab kubur. Kami semasa bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menamakannya “Al-Maani’ah” (penghalang dari adzab kubur); sesungguhnya ada satu surat dalam Kitabullah yang siapa membacanya setiap malam maka ia telahmemperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1475)

Keutamaan dalam surat itu bagi siapa yang membacanya setiap malam, mengamalkan isinya, menerapkan hukum-hukum di dalamnya, dan beriman terhadap kabar berita di dalamnya.

Ulama Lajnah Daimah berkata tentang keutamaan surat Tabaarak ini,

وعلى هذا يُرجى لمن آمن بهذه السورة وحافظ على قراءتها ، ابتغاء وجه الله ، معتبراً بما فيها من العبر والمواعظ ، عاملاً بما فيها من أحكام أن تشفع له

“Dari sini diharapkan untuk orang yang beriman terhadap surat ini, senantiasa membacanya dengan mengharap ridha Allah dan mengambil pelajaran dan nasihat di dalamnya, mengamalkan kandungan hukumnya agar orang tadi  diberi syafaat.” (Fatawa Lajnah Daimah: 4/334-335)

Syaikh Ibnu Bazz Rahimahullah berkata setelah menyebutkan keutamaan surat Al-Mulk ini,

لكن إنما تنفعه قراءتها وقراءة القرآن إذا عمل بذلك، أما إذا قرأها ولم يعمل فلا تنفعه

Tetapi membaca surat Al-Mulk ini dan membaca Al-Qur’an akan bermanfaat apabila ia mengamalkannya. Bila ia membacanya namun tak mengamalkannya maka surat itu tidak akan memberi manfaat untuknya.

Beliau mendasarkan penjelasan ini kepada sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

القرآن حجة لك أو عليك

Al-Qur’an menjadi hujjah yang membelamu atau memberatkanmu.

“Menjadi hujjah yang membelamu jika engkau amalkan. Dan menjadi hujjah yang memberatkanmu jika tak kau amalkan,” lanjut keterangan beliau.

Menghafalkan surat ini akan memperingan untuk membacanya dengan rutin.

Tinggalkan Balasan