CIIA: Pelarangan Cadar Indikasi Sikap Islamphobia

BANDUNG () – Pelarangan penggunaan cadar bagi Mahasiswi di UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta mendapat penentangan dari berbagai elemen umat Islam dan kalangan lainnya.

“Analisa saya fenomena pelarangan cadar ini salah satu indikasi sikap islamphobia dari seorang oknum muslim,” kata Direktur Community of Ideological Islamic Analyst Harits Abu Ulya kepada voa-islam.com, Rabu (07/03).

“Dan ini resonansi dari proyek masif tawaran narasi dari elemen-elemen tertentu tentang kontra radikalisme yang di gelar diberbagai instansi pendidikan termasuk kampus,” lanjutnya.

Narasi kontra radikalisme lanjut Harits, bak topeng dari sikap sesungguhnya yaitu islamphobia. Dan targetnya adalah penguatan liberalisme dan moderatisme dalam kehidupan beragama seorang muslim.

“Naif kalau cadar itu menjadi masalah keamanan bagi sebuah institusi pendidikan, alibi yang sangat tendensius, mendiskriditkan pemakai cadar identik dengan fenomena radikalisme dan terorisme,” ungkapnya.

“Ini oversimplikasi memaknai cadar bagi seorang muslimah. Mungkin istri-istri Nabi Muhammad SAW yang wajib bagi mereka hijab (cadar) jika hadir di tengah-tengah kita hari ini akan di sematkan label yang lebih menyakitkan lagi,” jelasnya lagi.

Menurut Haris dikaji dari beragam sudut pandang soal cadar, pelarangan terhadapnya bagi seorang muslimah tidak memiliki pijakan teologis, normatif, hukum positif bahkan salah satu bentuk pelanggaran terhadap HAM.

“Semoga ‘kegenitan intelektual’ yang tidak pada tempatnya segera di hentikan. Dan hari ini umat Islam makin cerdas dan semoga tidak terpengaruh oleh ‘akrobat’ para intelektual yang menjadi agen liberalisasi pemikiran dan budaya di Indonesia,” pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan