Gempuran Tak Henti, Warga Ghouta Tak Sempat Gelar Pemakaman

Damaskus – Gempuran yang tak pernah putus selama tiga pekan terakhir di Ghouta Timur membuat warga Suriah kian menderita. Jangankan untuk mencari makanan, memakamkan kerabat yang terbunuh akibat gepuran darat dan udara militer Suriah pun tak bisa. Akibatnya, banyak jenazah tergeletak di tempat-tempat persemanyaman sementara menunggu serangan udara berhenti.

Kondisi itu menjadi pemandangan menyedihkan di Duma, kota terbesar di Ghouta Timur, seperti dikabarkan aktivis melalui sosial media pada Ahad (11/03). Jenazah yang sudah dikafani dengan kain seadanya itu dikumpulkan di sebuah ruangan karena serangan udara yang terus terjadi.

“Intensnya gempuran dan sampai saat ini masih berlangsung menyebabkan kerabat korban tak bisa memakamkan mereka di pemakaman kota,” kata aktivisi seperti dinukil Al-Jazeera.

Bulan lalu, dr Armani yang bertugas di sebuah rumah sakit di Ghouta Timur menggambarkan bahwa warga tidak memiliki waktu lagi untuk memakamkan korban tewas. Akibatnya, rumah sakit dipenuhi jenazah. Tak ada penerangan. Ketika malam tiba, semua gelap gulita.

Petugas Helem Putih mengatakan bahwa 20 warga sipil terbunuh di Douma pada Ahad setelah jet tepur Rusia dan Suriah menggempur permukiman dengan puluhan serangan udara, birmil dan roket.

Serangan udara di hari itu sendiri tercatat sebanyak 80 kali yang menyasar kota Duma, Harasta dan Jisrin. Ada dugaan puluhan serangan itu mengandung senjata kimia dan fosfor serta napalm.

Tinggalkan Balasan