Kemenag Minta Perguruan Tinggi Agama Bijak Soal Cadar

Jakarta – Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama (Kemenag), Kamaruddin Kamin, menjelaskan bahwa jika larangan cadar hanya karena mengganggu pelajaran, alasan tersebut tidak cukup. Sebab harus ada alasan yang lebih detail seperti apa mengganggunya.

“Mungkin alasannya bisa mengganggu proses belajar mengajar misalnya, ini juga harus dipastikan. Kalau mengganggu proses belajar mengajar, bagaimana mengganggunya harus dijelaskan,” katanya kepada Kiblat.net di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta pada Rabu (14/03/2018).

“Harus betul dijelaskan secara spesifik, searif mungkin. Karena mereka adalah dosen kita, mahasiswa kita, bagian dari kita, sehingga harus bersama-sama melakukan komunikasi,” sambungnya.

Selain itu, ia juga berpesan kepada perguruan tinggi Islam yang ada di Indonesia untuk lebih bijak dalam memberikan kebijakan terkait cadar. Sebab, cadar merupakan ekspresi seorang Muslimah menjalankan agama.

“Jadi pesan kami kepada seluruh perguruan tinggi keagamaan di Indonesia untuk sebijak mungkin, searif mungkin, sesabar mungkin melakukan komunikasi dan dialog agar suasana keberagamaan terjaga,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa menurut undang-undang pemerintah nomor 4 tahun 2014 dan undang-undang 12 tahun 2012 memang perguruan tinggi berhak memberikan aturan di lingkungan kampus untuk mengatur akademil dan non akademik. Jadi bukan di kementrian.

“Kita hanya bisa memberi arahan agar betul-betul memperhatikan banyak faktor terkait dengan cadar,” tukasnya.

 

 

 

sumber : kiblat.net

Tinggalkan Balasan