Terkait Tuntutan PGGJ Soal Pembongkaran Mesjid, MUI Papua: Aspirasi Itu Tak Bisa Diterima

PAPUA—Terkait tuntutan Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura, PGGKJ soal pembongkaran menara Masjid Al-Aqsha di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura direspon oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Saiful Islam Al-Payage. Saiful menilai, permintaan itu sulit dilakukan.

Sulit dilakukan karena menara masjid tak bisa dipisahkan. Bukan sekedar hiasan, tetapi simbol tempat ibadah.

“Impossible, karena masalah menara tidak bisa dipisahkan dengan masjid. Bukan sekedar hiasan menara itu. Permintaan aspirasi itu yang tidak bisa kita terima,” ujarnya pada Ahad (18/03/2018) kemarin.

Saiful pun menjelaskan, bahwa “Papua adalah wilayah NKRI, karena itu aspirasi tidak bisa serta merta, bisa langsung diaplikasikan. Kami hormati aspirasi dari teman-teman.”

Menurutnya, pihak PGGKJ bisa meminta mediasi DPRD dengan melibatkan MUI, serta ormas Islam dalam penyelesaian masalah ini.

“Teman-teman kan bisa aspirasi ke DPR. Hal-hal semacam ini tidak bisa disampaikan secara vulgar, luas, karena efeknya itu bisa berbahaya. Ini sensitif masalah agama,” ujar Payage.

Kemudian, rencananya MUI akan menggelar rapat internal pada siang ini untuk menentukan sikap. Kata dia, dijadwalkan perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta ormas Islam lain akan diajak dalam rapat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGKJ) menginginkan menara Masjid Al-Aqsha di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura dibongkar. Tuntutan ini, karena menara Masjid Al-Aqsha melebih tinggi gereja-gereja di sekitarnya. []

 

 

sumber : viva.co.id

Tinggalkan Balasan