Senat AS Tolak Cabut Dukungan terhadap Saudi dalam Konflik Yaman

Washington – Dewan Senat Amerika Serikat, Selasa (20/03), menolak resolusi yang berusaha mengakhiri dukungan AS terhadap kampanye militer Saudi di Yaman. Penolakan itu bersamaan dengan kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Saudi, Muhammad bin Salman, ke Washington.

Hasil pemungutan suara di Senat menunjukkan mayoritas anggota menolak resolusi dengan jumlah suara 55 anggota. Sementara anggota yang mendukung lebih sedikit, hanya 44 suara.

Selama debat di Senat, sebelum pemungutan suara, anggota pendukung resolusi menggambarkan konflik tiga tahun di Yaman sebagai “bencana kemanusiaan” yang mereka singgung pada negara Saudi.

Senator Independen, Bernie Sanders, mengatakan ribuan warga sipil telah terbunuh, jutaan orang mengungsi, kelaparan dan kolera menyebar di mana-mana. Menyebarnya penyakit di Yaman belum pernah terjadi sebelumnya.

“Inilah yang terjadi di Yaman hari ini sebagai akibat dari perang yang dipimpin Saudi di sana,” katanya.

Sementara itu, anggota Senat yang menolak resolusi itu, Mike Lee, mengatakan bahwa hasil pemungutan suara ini tak ada hubungannya dengan kunjungan putra mahkota Saudi. Dia menekankan bahwa Saudi merupakan sekutu yang paling dibutuhkan AS di Timur Tengah. Tanpa Saudi, AS tak dapat mencapai keberhasilan yang diinginkan.

 

 

sumber : kiblat.net

Tinggalkan Balasan