Bersihkan Pengaruh IM di Sekolah, Saudi Susun Kurikulum Baru

Riyadh – Menteri Pendidikan Arab Saudi, Ahmad bin Muhammad Al-Isa, Kamis (22/03), mengumumkan bahwa Departemen Pendidikan Kerajaan tengah merumuskan kembali kurikulum pelajaran dan membersihkannya dari pengaruh-pengaruh ajaran Ikhwanul Muslimin (IM). Tak hanya itu, departemen pendidikan juga akan membersihkan lembaga-lembaga pendidikan dan pegawai dari orang-orang yang bersimpati dengan IM.

Seperti dilansir dari Al-Jazeera, Isa mengatakan bahwa pihaknya tengah bekerja memerangi “pemikiran radikal” melalui reformasi kurikulum dan pembaharuan buku pelajaran. Hal itu dengan memastikan pemahaman IM tak masuk lagi ke dunia pendidikan.

“Buku-buku yang dinilai berisi nilai-nilai tentang Ikhwanul Muslimin akan dilarang di semua sekolah dan universitas, dan mereka yang bersimpati dengan kelompok atau ideologi IM akan diberhentikan dari posisi pembimbing atau pengajar, ” kata Isa.

Pengumuman ini keluar setelah wawancara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan jaringan televisi Amerika “CBS” di mana ia mengatakan bahwa anggota Ikhwanul Muslimin, yang dianggap Arab Saudi sebagai “kelompok teroris”, telah menyusup ke sekolah-sekolah.

Banyak aktivis Ikhwanul Muslimin di Mesir—yang melarikan diri pada 1960-an— dari negara mereka menyusul penganiayaan rezim Presiden Gamal Abdel Nasser ke Arab Saudi. Sejumlah besar dari mereka bekerja di bidang pengajaran dan sektor publik.

Beberapa tahun terkakhir, Arab Saudi memulai serangkaian reformasi, termasuk pengurangan bertahap kekuasaan Polisi Agama (Komisi Amar Makruf Nahi Munkar) secara bertahap. Mereka dilarang mengusir, menangkap atau menanyai identitas orang-orang.

Putra mahkota yang saat ini baru berusia 32 tahun itu telah berjanji untuk memimpin mengubah kerajaan menjadi “moderat” dan bebas dari pemikiran “ekstrem”. Dia juga menyeru kepadal “Islam moderat dan terbuka”.

Pada bulan September, Human Rights Watch menuduh para ulama kerajaan dan institusi Saudi menghasut “kebencian dan diskriminasi” terhadap kelompok agama minoritas.

Organisasi menyerukan pemerintah Saudi untuk “memerintahkan penghentian segera dari pidato kebencian yang dikeluarkan oleh para ulama dan badan pemerintah negara.”

Sumber: Al-Jazeera

Tinggalkan Balasan